Pelestarian Plasma Nutfah Buah Buahan di Kawasan Ekosistem Gunung Leuser
rian | 09 Apr 2026 |

Gunung Lauser merupakan gunung yang teringgi dengan ketinggian 3145 m dpl, terletak di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara dan telah ditetapkan sebagai Taman Nasional Gunung Lauser (TNGL) yang luas mencapai 830.268,95 ha.

Kawasan Tanaman Gunung Lauser (TNGL) di Provinsi Aceh meliputi wilayah Kabupaten Aceh Tenggara, Sibulussalam, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tengah, dan Gayo Lues,  UNISCO juga telah menetapkan TNGL sebagai hutan tropis Sumatera pada tahun 2024.

Tanaman Nasional Gunung Lauser memiliki 3 fungsi :  

  1. Perlindungan sistem penyangga kehidupan.
  2. Pengawatan keaneka ragaman jenis, tumbuhan dan satwa.
  3. Pemamfaatan secara lestari Sumber Daya alam Hayati dan Ekosistemnya.

Berdasarkan fungsi tersebut dimana Kabupaten Aceh Tenggara yang terletak pada kaki Gunung Lauser  dengan luas mencapai 4.242,02 km, ketinggian mencapai 25 – 1000 m dpl dengan togarapi lembah dan datar sehingga banyak dijumpai aneka ragam tanaman hortikultura buah – buahan antara lain tanaman  durian.

Untuk melestarikan plasma nutfah tanaman durian tersebut,  Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara melalui instansi Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tenggara, UPTD Balai Pengawasan Dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian dan perkebunan Aceh dan treveler durian Sumatera dan Aceh telah  melaksanakan Festival dan Lomba buah Durian yang berasal dari plasma nutfah  durian dari 16 Kecamatan dalam Kabupaten Aceh Tenggara. Hasil festival dan lomba buah durian tersebut Tim juri telah menetapkan 3 (tiga) durian varietas lokal yang memiliki keunggulan terbaik terhadap rasa, bentuk buah, ukuran biji, Warna daging buah, ukuran biji dan tektur daging buah serta warna daging buah. Adapun varietas lokal yang telah ditetapkan sebagai juara I (pertama) varietas Jonson Lauser, Juara II (kedua) varietas Jantong Sukarimbun dan Juara III (ketiga) varietas Black Orchit (BO). 


gambar 1

gambar 2

Dalam rangka pelestarian plasma nutfah durian dimana petugas Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tenggara dan UPTD Balai Pengawasan Dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian dan perkebunan Aceh  dibantu oleh aparat keamanan Kabupaten Aceh Tenggara melakukan eksplorasi dan Deter,inasi / penilaian pada populasi plasma durian tersebut, berdasarkan hasil eksplosasi dimana durian varietas lokal Jonson Lauser yang ditemukan Desa  Natam Baru, Kecamatan Badar, sedangkan varietas Jantong Suka Rimbun dan Black Orchit ditemukan juga pada Desa Suka Rimbun, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, kemudian tim eksplorasi melakukan determinasi dan  penilaian melalui pengamatan karakter kuantitatif dan karakter kualitatif sehingga ditetapkan  calon Pohon Induk Tunggal (PIT) dengan karakter berikut ini.gambar 3

gambar 4

Plasma nutfah durian ini yang terdapat pada lembah kawasan ekosistem gunung lauser apabila tidak kita lestarikan segera akan mengalami kepunahan, untuk melesterikan dimana Pemerintah Daerah supaya segera mendaftarkan pada Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPTPP) Depertemen Pertanian Republik Indonesia sehingga dengan terdaftar varietas tersebut menjadi milik Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara. 
Untuk melakukan pengembangan dalam bentuk kawasan durian dalam lingkungan ekosistem gunung lauser dimana plasma nutfah durian tersebut harus terlebih dahulu ditetapkan menjadi varietas unggul oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia dengan terlebih dahulu melalui proses tahapan persidangan oleh Tim Penilaian dan Pelepasan Varietas Hortikultura (TP2VH) Direktorat Jenderal Hortikultura. Setelah plasma nutfah durian menjadi varietas unggul telah dapat diperbanyak melalui perbanyakan vegetatif menjadi benih bersertefikat melalui tahapan sebagai berikut :
Tahap I Pohon Induk Tunggal (PIT)  diperbanyak melalui sistim klonalisasi untuk membuat Duplikat Pohon Induk Tunggal (PIT)  untuk memproduksi Benih Penjenis (BS) berlabel Kuning dan Blok Fondasi (BF) untuk menghasilkan Benih Dasar (BD) berlabel Putih, Tahap II membuat Blok Penggandaan Mata Tempel (BPMT) menghasilkan Benih Pokok (BP) berlabel Ungu dan Tahap III membuat Blok Perbanyakan Benih (BPB) untuk menghasilkan Benih Sebar (BR) berlabel Biru.
Ketersedian benih bersertifikat  berlabel biru merupakan faktor utama dalam rangka keberhasilan pengembangan kawasan tanaman durian dalam lingkungan ekosistem gunung lauser.  Durian  varietas Jhonson Lauser, Jantong Suka Rimbun dan Black Orchit merupakan varietas yang adaptif dengan faktor lingkungan setempat dengan demikian benih benih durian yang dibudidayakan akan mengalami pertumbuhan yang optimal sehingga tanaman durian ini menjadi  penyangga erosi dan dapat melestarikan lingkungan pada kawasan ekosistem gunung lauser.

UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH
BALAI PENGAWASAN DAN SERTIFIKASI BENIH TANAMAN PANGAN, HORTIKULTURA DAN PERKEBUNAN
DINAS PERTANIAN DAN PERKEBUNAN ACEH

Jln. T. Iskandar Gampong Lamglumpang Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh, e-mail : bpsbtphp[at]acehprov.go.id,
Hak Cipta di Lindungi Undang-Undang, Aceh-Indonesia 2014-2026