Aceh Memiliki Potensi Mendukung Swasembada Jagung
rian | 18 May 2026 |

Provinsi Aceh yang terdiri dari 18 Kabupaten dan 5 Kota yang luas mencapai 5.667.081 ha dengan luas lahan kering keseluruhan mencapai 500,000 ha, lahan kering ini merupakan lahan yang dapat digunakan oleh petani untuk penanaman palawija terutama jagung. Lahan kering pada Kabupaten/Kota dalam Provinsi Aceh memiliki karakteristik tanah yang berbeda antar Kabupaten/Kota seperti Kabupaten Aceh Besar dengan karakteristik lahan S2 – S3, Pidie dataran perbukitan dengan kemiringan 25 % karakteristik lahan S2 – S3, Bireuen dataran perbukitan 8 – 15 %, jenis tanah Podsolik Merah Kuning, Aceh Utara lahan kering jenis tanah Regosol berpasir, Aceh Timur lahan kering jenis tanah Podsolik dan gambut tipis, Aceh Tenggara dataran tinggi 400 – 800 m dpl dengan jenis tanah Andosol, Kabupaten Aceh Jaya perbukitan terjal 25 % jenis tanah S3, Aceh Barat jenis tanah Podsolik, Gayo Lues jenis tanah Andosol, Aceh Selatan karakteristik lahan S2 – S3, Nagan Raya lahan kering, Aceh Singkil jenis tanah Podsolik dan Kota Subulussalam dengan jenis tanah juga Podsolik.

Kondisi lahan kering yang karakterik lahan yang seperti ini miskin kandungan bahan organik sehingga dapat diklasifikan tanah kurang subur, apabila kita mengunakan untuk budidaya tanaman jagung perlu diberikan pengapuran dan pupuk organik. Lahan yang kritis unsur hara sebaiknya dianjurkan menggunakan benih bersertifikat yang berasal dari tanaman jagung komposite, untuk mengatasi kebutuhan benih bersertifikat jagung komposite dimana Badan Perakitan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh telah bekerja sama dengan Kelompok Tani Sejahtera Baru Gampong Saree Aceh, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar telah melakukan penangkaran benih jagung varietas Bisma dan varietas Jakarin masing - masing varietas seluas 2,0 ha, dengan benih sumber yang digunakan Benih Penjenis (BS) berlabel Kuning dan Putih, kegiatan penangkaran benih sumber ini diawasi langsung oleh Pengawas Benih Tanaman UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Pekebunan Aceh.

Terdapat dua (2) varietas jagung yang diperbanyak sebagai benih sumber yaitu varietas Bisma memiliki karakter umur panen 96 hari setelah tanam, rata - rata hasil mencapai 5,7 ton/ha pipilan kering, potensi hasil 7,0 - 7,5 ton /ha pipilan kering dan tahan terhadap penyakit karat daun, bercak daun serta dapat dibudidaya pada dataran rendah sampai ketinggian 500 m dpl dan Varietas Jakarin memiliki karakter umur panen (masak fisiologis) 100 hari setelah tanam, rata - rata hasil mencapai 8.15 ton/ha pada kadar air 15 %, potensi hasil 9,80 ton /ha kadar air 15 % dan tahan terhadap penyakit bulai (Pronosclerospora philipinensis), karat daun (Puccinia polysora) dan hawar daun (Helmintosporium maydis). Varietas Bisma dan varietas Jakarin merupakan varietas hasil perakitan oleh Pemulia tanaman Serealia dari Balai Perakitan dan Pengujian Jagung Maros Sulawesi Selatan.

Untuk memproduksi benih bersertifikat jagung varietas Bisma dan varietas Jakarin dilakukan tahapan sertifikasi benih dengan melakukan pemeriksaan pendahuluan dan pemeriksaan Lapangan ( fase vegetatif dan fase generatif (berbunga) oleh Pengawas Benih Tanaman dan setelah panen dan tersedia benih dilakukan pengujian mutu benih pada laboratorium benih oleh Analis Benih UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh.

Asumsi produksi benih bersertifikat mulai klasifikasi kelas Benih Penjenis (BS), Benih Dasar (BD), Benih Pokok (BP) hingga Benih Sebar (BR) varietas Bisma dan varietas Jakarin dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Berdasarkan tabel 1 asumsi ketersedian benih bersertifikat jagung varietan Bisma dan Varietas Jakarin apabila alur perbenihan mulai dari benih sumber Benih Penjenis (BS) hingga Benih Sebar (BR) berlabel biru dapat diproduksi dengan sesuai dengan kaedah perbenihan maka kebutuhan benih jagung komposite dapat diproduksi oleh penangkar dalam Provinsi Aceh, sehingga ketersedian benih bersertifikat jagung komposite sesuai dengan prinsip 6 (tepat) terdiri dari tepat varietas, tepat mutu, tepat waktu, tepat jumlah, tepat lokasi dan harga yang dapat dibeli petani.

Sebagai contoh apabila pada varietas Bisma dan varietas Jakarin berdasarkan asumsi perkiraan produksi Kelas Benih Sebar (BR) pada bulan Agustus 2027 sebanyak 16.875 ton, sedangkan dengan luas lahan kering 500.000 ha rata rata penggunaan benih 20 kg/ha maka kebutuhan jagung komposite varietas Bisma berkisar 10.000 ton, sehingga sisa benih yang bisa dimamfaaatkan oleh petani diluar Provinsi Aceh sebanyak 6.875 ton.

Tim Penyusun materi :

  1. Dr. Didi Darmadi, SP,M.Si. (PJ.UPBS Jagung BRMP Aceh)
  2. Ir, Amrullah (Co Breeder)
  3. Anwar, SP (Kasie Pengawasan dan Sertifikasi Benih TPH UPTD BPSBTPHP Distanbun Aceh)
  4. Ahmad Adriani, SP (Penyuluh Pertanian Pada BRMP Aceh)
  5. Agus Suwardi, SP (Koord. Pengawas Benih Tanaman Aceh Besar, Banda Aceh dan Sabang UPTD BPSBTPHP Distanbun Aceh)
  6. Rianda Syahputra, SP (Pengawas Benih Tanaman UPTD BPSBTPHP Distanbun Aceh)

UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH
BALAI PENGAWASAN DAN SERTIFIKASI BENIH TANAMAN PANGAN, HORTIKULTURA DAN PERKEBUNAN
DINAS PERTANIAN DAN PERKEBUNAN ACEH

Jln. T. Iskandar Gampong Lamglumpang Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh, e-mail : bpsbtphp[at]acehprov.go.id,
Hak Cipta di Lindungi Undang-Undang, Aceh-Indonesia 2014-2026