DESKRIPSI KEDELAI KIPAS MERAH
ivan | 06 Oct 2015 |

Sampai saat ini tidak ada keterangan tertulis tentang asal usul kedelai Kipas Merah ini. Siapa penemunya, didalam hamparan tanaman kedelai varietas apa, varietas Kipas itu dijumpai dan siapa yang memperbanyak dan mengembangkan pada awalnya, sampai sekarang tidak jelas. Akan tetapi menurut TM. Yususf Saidi, pada tahun 1967 ada seorang pimpinan pesantren di Kecamatan Peudada yang bemama Tgk. Muhammad Hasan yang hobby bercocok tanam, terutama menanam kedelai pada lahan kering di perbukitan. Pada saat itu beliaulah yang mengajari muridnya bertanam kedelai sekaligus membagikan benih. Sehingga di duga Tgk. Muhammad Hasan inilah yang mengembangkan tanaman kedelai. Cerita yang berkembang dari mulut ke mulut ini ternyata tidak diketahui oleh semua orang. Hanya orang-orang tertentu (tua) yang masih mengetahui cerita yang kebenarannya sulit ditelusuri.

Keadaan lahan yang diinginkan adalah lahan kering dataran rendah dengan persiapan lahan olah tanah sempurna, plate, iklim zona tipe C2 sampai E2. Atau zero tillage tergantung kondisi vegetasi sebelumnya, apakah lahan terbuka atau ditutupi semak/rumput. Biasanya pengolahan tanah pada lahan terbuka atau ditutupi rumput tipis. Kemudian zero tillage setelah semak dibabat atau diracun herbisida.   

Pada lahan kering di perbukitan terutama pada lahan miring, zona iklim tipe C2 sampai E2, persiapan lahan dengan cara babat semak dan semprot rumput dengan herbisida..Pada lahan sawah tadah hujan, persiapan lahan tergantung kondisi lahan, yaitu olah tanah sempurna bagi yang tidak ditanami padi dan ziro village untuk lahan setelah panen padi.Pada lahan sawah irigasi; dengan cara zero tillage setelah panen padi.Lahan kering di perbukitan, topografi berombak sampai bergelombang kemiringan (slope) 8 - 25%. Jenis tanah Podsolik Merah Kuning, Laktosol, Andosol dan sebagainya, dengan tekstur liat lempung berpasir atau lempung berpasir dan liat berpasir.Tipe iklim zona C2 - E2.
    Cara budidaya Kedelai yang dilakukan adalah dengan cara Persiapan lahan dengan pengolahan tanah sempurna pada lahan kering dataran rendah datar (plate) yang terbuka. Zero tillage setelah racun herbisida untuk rumputan, alang-alang dan babat semak. Khusus untuk lahan kering di perbukitan, lahan miring (slop 8 - 25%) dengan cara babat semak dan hutan, atau racun saja vegetasi yang ada dan zero tillage.    Tanami benih dengan cara membuat lubang tugal. Jarak tanam pada lahan kering datar dataran rendah, lahan sawah selepas panen padi lebih rapat, ? 40 x 20 cm. Pada lahan bukit tergantung kondisi tanahnya terutama kandungan bahan organik sebagai mulsa. Biasanya dengan jarak tanam lebih jarana ? 50 cm (40 atau 50 cm)., karena diperbukitan pertumbuhan Varietas Kipas Merah lebih besar.
    Pemupukan hanya dilakukan 50 kg urea, 100 - 150 kg SP-36 dan 75 kg per hektar bagi lahan yang sudah ditanami berulang kali. Bagi lahan yang baru di buka baik pada lahan kering dataran rendah maupun di perbukitan tidak perlu dipupuk.
Penyiangan hanya satu kali pada saat tanaman berumur tiga minggu, karena setelah itu kanopi tanaman sudah menutupi permukaan lahan.Pengendalian hama penyakit tergantung kepada ada tidaknya gejala awal serangan pada tanaman.
               Di Propinsi Aceh sangat banyak diketemukan kedelai lokal dengan berbagai keunggulannya akan tetapi yang sudah dilepas hanyalah Kedelai varietas Kipas Merah Bireuen

KEDELAI VARIETAS KIPAS MERAH BIREUEN
Kedelai varietas kipas merah bireuen merupakan tanaman kedelai yang disukai masyarakat terutama petani di Kabupaten Bireuen dan sekitarnya,Keunggulan dari kedelai Varietas Merah Bireuen adalah:

  • Mampu tumbuh dan berkembang pada lahan kering (tegalan) baik dataran rendah maupun diperbukitan, pada sawah tadah hujan dan irigasi setelah panen padi.
  • Mampu tumbuh dan berkembang pada jenis tanah aluvial, laktosol, podsolik merah kuning .
  • Mampu tumbuh dan berkembang pada daerah beriklim tipe zona C2 sampai E2
  • Polong tidak mudah pecah walaupun daun sudah rontok semua
  • Rontoknya daun ke tanah sebelum panen, berarti dapat mengembalikan sebagian besar bahan organik ke tanah. Hal ini membantu meningkatkan kandungan organik tanah sehingga konservasi lahan dapat berlangsung.


 DESKRIPSI KEDELAI VARIETAS KIPAS MERAH BIREUEN
1. Asal                                                     : Kabupaten Bireun
2. Silsilah                                                 : Seleksi varietas lokal Kipas Merah
3.Tipe pertumbuhan                                : Determinate
4.Tipe percabangan                                : Seperti kipas ( cabang timbal balik )
5.Warna hipokotil                                    : U n g u
6.Warna epikotil                                      : H i j a u
7.Warna Daun                                         : Hijau Tua
8.Bentuk daun                                         : Agak oval, pangkal agak bulat dan  
                                                                  Ujung Runcing                                                  
9.Warna bunga                                       : U n g u
10.Warna bulu batang                             : Pirang atau coklat terang
11.Warna kulit biji                                    : Krim Tua
12.Warna  polong tua/masak                  : Coklat pirang
13.Kerebahan                                         : Tahan rebah
14.Tinggi tanaman                                  :  40 - 90 cm
15.Umur mulai berbunga                        : 35 - 45 hari
16.Umur polong masak                           : 85 - 90 hari
17.Jumlah polong per batang rata-rata   : 171,0
18. Bentuk dan ukuran biji                      : Agak oval, ukuran ~ 3 x 2 mm
19.Warna biji                                           : Cream tua
20.Warna hilum biji                                 : Coklat
21.Bobot 100 bij i kering KA 11- 12 %    : 12 gram
22.Kesesuaian lahan                              : Lahan kering dataran rendah sampai ke
                                                                bukit (tegalan), lahan sawah tadah hu-
                                                                jan irigasi setelah panen padi dan lahan
                                                                gambut ( orgonosol)                                                                      
23.Jumlah biji per polong                        : Rata-rata 3 (tiga) biji
24.Rata- rata hasil                                   : 2.5 ton/ha
25.Potensi Hasil                                      : 3.5 ton/ha
26 Kandungan Protein                            : 30 %
27Kandungan Lemak                              : 20 %
28.Ketahanan terhadap hama/penyakit  ∎ Tahan terhadap latan bibit dan ulat                       
                                                                    grayak
                                                                ∎ Agak tahan terhadap karat daun dan
                                                                   fusarium
29.Sifat-Sifat Lain                                  ∎ Polong tidak mudah pecah
                                                                ∎ Perakaran dalam dan banyak
                                                                ∎ Batang dan percabangan kokoh

UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH
BALAI PENGAWASAN DAN SERTIFIKASI BENIH TANAMAN PANGAN, HORTIKULTURA DAN PERKEBUNAN
DINAS PERTANIAN DAN PERKEBUNAN ACEH

Jln. T. Iskandar Gampong Lamglumpang Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh, e-mail : bpsbtphp[at]acehprov.go.id,
Hak Cipta di Lindungi Undang-Undang, Aceh-Indonesia 2014-2026